ITSeptember 6, 2006 11:09 pm

Hm..pagi ini seperti biasa diawali dengan sholat subuh, tilawah, dan baca email. Ada beberapa email yang cukup menarik perhatian. Salah satunya adalah kabar gembira mengenai search engine kesukaan kita bersama, yaitu Google. Ada fitur baru yaitu Google Book Search. Fitur ini menjadikan pencarian ebook lebih mudah, lengkap, dan yang penting gratis =). Alamatnya di http://books.google.com. Layanan ini tersedia sejak 30 Agustus 2006 yang lalu. Kata Bang Adam Mathes, Associate Product Manager-nya Google Book Search di blog resminya Google, dia bilang :
Starting today, you can go to Google Book Search and download full copies of out-of-copyright books to read at your own pace. You're free to choose from a diverse collection of public domain titles -- from well-known classics to obscure gems.
Keren kan? Tapi..tentu saja buku yang tersedia udah out-of-copyright, ga mungkin yang bener-bener baru kan..bisa berhenti produksi buku kalo semua gratis, ya ga? Tapi ga ada masalah kan kalo bukunya itu buku-buku IT? Soalnya kalo buku-buku IT cenderung lebih abadi, apalagi kalo yang basic. Jadi sekarang ga ada alesan lagi untuk ga berilmu, pintu pengetahuan terlalu luas untuk dibiarkan terbuka. Gimana? masih males belajar? Kasi applause donk buat mbah Google. Tetap Semangaaaaaaaat!!!

ITAugust 18, 2006 10:37 am

Huh…baru punya dua blog udah males gini, akhirnya dengan tekad bulat aku satuin aja nih blog. Jadi yang di ryhim.blogspot.com semua dipindahin ke sini, pastinya category diidupin lagi. Buat pembaca(emang ada…? :D ) jangan takut ya, aku ga akan apus artikel-artikelnya. Kira-kira kategorinya nanti adalah IT, Religi, and Umum. Sekalian nanya nih, ada ga sih cara simple mindahin isi blog ke blog lain? kalo ada kasi tau di comment aja yak…

regards,

UmumJune 1, 2006 2:32 pm

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.

2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.

3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

Riyandi

ReligiMay 1, 2006 1:56 am

DOOR DUITERNIS TOT LICHT
(Habis Gelap Terbitlah Terang)
Taken From: mifta-perjuangan@yahoogroups.com

Tinta sejarah belum lagi kering menulis namanya, namun wanita-wanita negerinya sdh terbata-bata membaca cita-citanya. Tujuh tahun yg lalu namanya kembali mencuat ke permukaan setelah seorang sejarawan Indonesia mempermasalahkan gelar kepahlawanannya. Lepas dari kaitan itu, kita tak perlu mempermasalahkan dia benar atau salah atau pantaskah ia mendapat gelar pahlawan atau tdk, yg pasti sejarah hrs diungkapkan baik dan buruknya & terserah kpd pendengar sejarah utk menilai dan berinterpretsi thd sejarah tsb.

Kartini tdk dapat diartikan lain kecuali sesuai dgn apa yg tersirat dlm kumpulan suratnya; “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT”, yg terlanjur diartikan oleh Armijn Pane sbg, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sedangkan Prof. Dr. Haryati Soebadio, Dirjen Kebudayaan Depdikbud, yg notabene cucu RA Kartini mengartikannya sbg “Dari gelap menuju cahaya”, yg kalau kita lihat dalam Al Qur’an akan tertulis sbg, “Minadz Dzulumaati Ilaan Nuur”. Ini merupakan inti ajaran Islam yg membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya (iman).

Kartini ada dlm proses kegelapan menuju cahaya, tapi cahaya itu belum sempurna menyinari krn terhalang oleh usaha westernisasi. Kartini yg dikukung oleh adat dan dituntun oleh Barat telah mencoba meretas jalan menuju ke tempat yg terang. Dan apakah yg kita lakukan kini merupakan langkah-langkah maju ataukah surut ke belakang…?

KARTINI: “IBU ADALAH SEKOLAH BAGI ANAK-ANAKNYA.”

Berapa banyak dewasa ini jabatan dan kedudukan penting yg pada mulanya dipegang oleh kaum pria kini dipegang oleh kaum wanita? Berapa banyak pula jumlah pekerjaan yg dimasuki oleh kaum wanita sehingga banyak kaum pria yg hrs kehilangan pekerjaannya?

Seorang wanita sekalipun tdk bekerja maka ia tdk akan kehilangan nafkahnya, krn ia hidup dari tanggungan hidup suaminya. Tapi apa artinya jika seorang pria kehilangan pekerjaannya? Maka mulut yg ada dibelakangnya, yaitu mulut istri dan anak-anaknya akan tetap menganga menanti kehadirannya, mengharapkan sesuatu yg dibawanya. Apa jadinya negeri ini jika kaum prianya menganggur? Kalau bukan petaka, tentu paling tdk negeri ini menjadi “Lembah Amazone”.

Padahal wanita lebih diperlukan sbg “sekolah” bagi anak-anaknya. Dan bukan sbg kuda beban atau ayam-ayam pengais yg tertatih-tatih dan tersuruk-suruk menanggalkan pribadinya yg asli. Kartini tdk pernah mengimpikan wanita-wanita sesudah generasinya menjadi bebas tanpa kendali atau merebut hak lelaki hingga mengingkari fitrahnya.

SURAT KEPADA STELLA
(tertanggal 18 Agustus 1899)

“Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku hrs merangkak, bila hendak berlalu di hadapanku. kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, hrslah ia turun duduk di tanah dengan menundukkan kepala sampai aku tak terlihat lagi. Mereka hanya boleh menegurku dgn bahasa kromo inggil. Tiap kalimat haruslah diakhiri dgn “sembah”.

Berdiri bulu kuduk, bila kita berada dlm lingkungan keluarga Bumiputera yg ningrat. Bercakap-cakap dgn orang lain yg lebih tinggi derajatnya haruslah perlahan-lahan, jalannya melangkah pendek-pendek, gerakannya lambat-lambat spt siput. Bila berjalan cepat dicaci orang, disebut sbg kuda liar. Peduli apa aku dgn segala tata cara itu… Segala peraturan itu buatan manusia dan menyiksa diriku saja. Kamu tdk dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket keningratan di dunia Jawa itu.

Tapi sekarang mulai dgn aku, antara kami (Kartini, Roekmini dan Kardinah) tdk ada tatacara itu lagi. Perasaan kami sendirilah yg akan menunjukkan atau menentukan sampai batas mana cara liberal itu boleh dijalankan.

Bagi saya hanya ada dua macam keningratan, keningratan pikiran (fikroh), dan keningratan budi (akhlaq). Tdk ada manusia yg lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat org membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sdh beramal sholeh org yg bergelar macam Graaf atau Baron..? Tidaklah dapat dimengerti oleh pikiranku yg picik ini…”

Sebelum kita melanjutkan surat-surat Kartini yg lain ada baiknya kita melihat sahabat pena Kartini yg merupakan musuh-musuh dlm selimut yg berusaha mempengaruhi Kartini dgn cara dan pahamnya masing-masing.

Mereka itu adalah:

1. Mr. J.H Abendanon
Datang ke Hindia tahun 1900. Diutus oleh pemerintah Belanda utk melaksanakan politik Ethis. Tugasnya adalah sbg Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Karena masih baru, ia meminta nasehat teman sehaluan politiknya yaitu Snouck Hurgronje. Snouck memiliki konsepsi politik Asosiasi, menurutnya memasukkan peradaban Barat dlm masyarakat pribumi adalah cara yg paling ampuh utk membendung dan mengatasi Islam di Hindia Belanda. Tapi tdk mungkin mempengaruhi rakyat sebelum kaum ningratnya dibaratkan. Sesudah itu akan semakin mudah membaratkan rakyat bumi putera. Untuk itu maka langkah pertama yg hrs diambil adalah mencari orang-orang ningrat yg Islamnya tdk teguh lalu dibaratkan. Dan pilihan pertama adalah Kartini.

2. Annie Glassor
Seorang guru yg mempunyai akte bahasa dan mengajar secara privat bahasa Perancis kpd Kartini. Annie Glasser dikirim oleh Abendanon utk memata-matai dan mengikuti perkembangan Kartini. Melalui Annie Glasser-lah Abendanon mendidik, mempengaruhi dan menjatuhkan Kartini.

3. Stella (Estalle Zeehandelaar)
Sewaktu dlm masa pingitan ( + 4 tahun ) Kartini banyak membaca utk menghabiskan waktunya. Tetapi Kartini tdk puas mengikuti perkembangan pergerakan wanita di Eropa hanya melalui majalah & buku-buku. Krn ingin mengetahui keadaan sesungguhnya maka Kartini memasang iklan di sebuah majalah negeri Belanda, yaitu Hollandsche Lelie. Dgn segera iklan itu disambut oleh Stella, wanita Yahudi anggota pergerakan Feminis di Belanda yg bersahabat karib dgn gembong Sosialis, Ir. H. Van Kol.

4. Ir. H. Van Kol
Pernah tinggal di Hindia Belanda selama 16 tahun. Ia berkenalan dgn Kartini dan berusaha memperjuangkan Kartini agar dpt pergi ke Belanda atas biaya pemerintah Tinggi Belanda. Tapi rupanya ada udang di balik batu. Ia berharap dpt mengajak Kartini ke Belanda sbg saksi hidup tentang kebobrokan pemerintah Hindia Belanda di tanah jajahan. Melalui Kartini, Van Kol ingin mengungkapkan penyelewengan yg dilakukan para pejabat Hindia Belanda. Sehingga partai Sosialis, tempatnya bercokol, dpt berkuasa di parlemen & menjatuhkan partai yg berkuasa.

5. Ny. Van Kol (Nellie Van Kol)
Seorang penulis berpendirian humanis dan progresif. Org yg paling berperan mendangkalkan aqidah Islamiah Kartini. Pada mulanya ia bermaksud menjadikan Kartini sbg seorang Kristen tapi gagal. Mulanya ia berbuat seolah-olah sbg penolong yg mengangkat Kartini dari keadaan tdk mempedulikan agama menjadi penuh perhatian. Bahkan ia berhasil mengakhiri “Gerakan mogok sholat dan mogok ngaji” yang dilakukan Kartini.

Kita buka kembali beberapa cuplikan surat Kartini yg sedikit membuka siapa dan mau apa ia.

“…Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa ” (kepada Stella, 25 Mei 1899)

“Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yg telah aku pilih.” (kepada Ny. Ovinksoer, 1900)

“Sekarang kami merasakan badan kami lebih kokoh, segala sesuatu tampak lain sekarang. Sudah lama cahaya itu tumbuh dalam hati kami. Kami belum tahu waktu itu dan Ny Van Kol yg menyibak tabir yg tergantung di hadapan kami. Kami sangat berterimakasih kepadanya.” (kepada Ny Ovinksoer, 12Juli 1902)

“Ny Van Kol banyak bercerita kepada kami tentang Yesus yg Tuan muliakan itu, tentang rasul-rasul Petrus dan Paulus, dan kami senang mendengar itu semua.” (kepada Dr Adriani, 5 Juli 1902)

“Malaikat yg baik beterbangan di sekeliling saya dan Bapak yg ada di langit membantu saya dlm perjuangan saya dengan bapakku yg ada di dunia ini,” (kepada Ny Ovink Soer, 12 Juli 1902)

Itulah beberapa surat yg Kartini layangkan kpd orang-orang yang menjadi “sahabat”nya, dan yg berkiblat kpd Kristen atau yg berusaha menggiringnya ke arah pemikiran Barat.

BERUSAHA MENJADI MUSLIMAH SEJATI

Kartini memiliki pengalaman yg tdk menyenangkan semasa belajar mengaji. Ibu guru mengajinya memarahi dia dan menyuruhnya keluar karena Kartini menanyakan makna ayat Al Qur’an yg dibacanya tadi.

Inilah suratnya kepada Stella tertanggal 6 November 1899 dan kepada Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902:

“Mengenai agama Islam, Stella, aku hrs menceritakan apa. Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dgn umat agama lain. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tdk boleh memahaminya.

Al Qur’an terlalu suci, tdk boleh diterjemahkan ke dlm bahasa apapun. Di sini tdk ada yg mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur’an tetapi tdk mengerti apa yg dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tdk mengerti apa yg dibacanya. Sama saja halnya spt engkau mengajar aku membaca buku berbahasa Inggris, aku hrs menghafal kata demi kata, tetapi tdk satupun kata yg kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi soleh pun tdk apa-apa asalkan jadi orang baik hati, bukankah begitu Stella..??

“Dan waktu itu aku tdk mau lagi melakukan hal-hal yg aku tdk mengerti sedikitpun. Aku tdk mau lagi melakukan hal-hal yg aku tdk tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tdk mau lagi membaca Al Qur’an, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan bahasa asing yg aku tdk mengerti apa artinya, dan jangan-jangan ustadz-ustadzahku pun tdk mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya nanti aku akan mempelajari apa saja.

Aku berdosa. Kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tdk boleh mengerti artinya.”

Sampai pada suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulan khusus utk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama Raden Ayu yg lain dari balik Khitab (tabir). Kartini tertarik kpd materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat, ulama besar yg sering memberikan pengajian di beberapa kabupaten di sepanjang pesisir utara. Setelah selesai pengajian, Kartini mendesak pamannyaagarbersedia menemaninya utk menemui Kyai Saleh Darat.

“Kyai perkenankan saya menanyakan sesuatu, bagaimanakah hukumnya apabila seseorang yg berilmu namun menyembunyikan ilmunya?

Tertegun sang Kyai mendengar pertanyaan Kartini yg diajukan secara diplomatis. Kyai Saleh Darat paham betul akan maksud pertanyaan yg diajukan Kartini krn sebelumnya pernah terlintas dalam pikirannya.(Dialog ini dicatat oleh Ny. Fadillah Bc. Hk Cucu Kyai Saleh Darat)

Singkat cerita tergugahlah sang Kyai utk menterjemahkan Al Qur’an ke dlm bahasa Jawa. Dan ketika hari pernikahan Kartini tiba, Kyai Saleh Darat memberikan kepadanya terjemahan Al Qur’an juz pertama. Mulailah Kartini mempelajari Al Qur’an. Tapi sayang sebelum terjemahan itu rampung, Kyai Saleh Darat berpulang ke rahmatullah.

Dalam surat Al Baqarah Ayat 257, Kartini menemukaan kata-kata yg amat menyentuh nuraninya;

“Orang-orang yg beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (minadz dzulumaati ilaan nuur)”.

Kartini amat terkesan dgn ayat ini, krn ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari pemikiran jahiliyah kpd pemikiran terbimbing oleh Nuur Ilahi. Dan sebelum wafatnya Kartini, dlm banyak suratnya mengulang kata-kata “dari gelap menuju cahaya”, yg ditulis dalam bahasa Belanda sbg “door duisternis toot licht”.

Yang kemudian dijadikan kumpulan surat Kartini oleh Abendanon yg sama sekali tdk mengetahui bahwa kata-kata itu dikutip dari Al Qur’an. Ditambah lagi diterjemahkan sebagai “habis gelap terbitlah terang” oleh Armijn Pane.

Setelah pengajian tsb terjadilah perubahan besar dalam diri Kartini. Kini ia mulai memahami Islam. Coba simak beberapa suratnya lagi:

“Sudah lewat masanya, tadinya saya mengira bhw masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yg paling baik tiada taranya, maafkan kami, tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna..?? Dapatkah Ibu menyangkal bhw di balik hal yg indah dlm masyarakat Ibu terdapat banyak hal yg sama sekali tdk patut dinamakan peradaban??” (kepada Ny Abendanon, 27 October 1902)

“Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kpd rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi… bagi orang Islam, melepaskan kepercayaannya sendiri dan memeluk agama lain merupakan dosa yg sebesar-besarnya… pendek kata, boleh melakukan zending, tetapi janganlah meng-kristen-kan orang lain. Mungkinkah itu dilakukan?” (kepada E.C Abendanon, 31 january 1903)

Memang kumpulan surat-surat Kartini bukanlah kitab suci. Tapi kalau kita telaah kembali maka akan nampaklah apa cita-citanya yg luhur.

Sayang itu semua sudah mengalami banyak deviasi sejak diluncurkan dahulu, setelah berlalu tiga generasi konsep Kartini tentang emansipasi semakin hari semakin hari jauh meninggalkan makna pencetusnya. Sekarang dgn mengatasnamakan Kartini para feminis justru berjalan di bawah bayang-bayang alam pemikiran Barat, suatu hal yg malah ditentang oleh Kartini. Bagaimana tanggapanmu wahai para wanita..??

UmumApril 2, 2006 1:32 am

Satu kendala pada sebagian orang termasuk aku sendiri dalam belajar adalah mengenai bahasa Inggris. Ya, kuakui ini sulit bagiku, hiks (T_T). Berbagai permasalahan muncul dalam keseharian, baik itu yang berhubungan dengan speaking, learning, rading apalagi writing. Problem yang paling sering kualami adalah dalam membaca e-book dari internet. Sering sekali terjadi salah pemahaman. Maksud pengarang menjelaskan ke kanan, eh aku malah berpikiran ke tengah, atau bahkan ke kiri, hehe. Malah kadang-kadang sama sekali tidak mengerti, karena vocabulary yang terlalu sedikit plus basic grammar yang ancur-ancuran. Satu hal yang sangat kusesali hingga kini adalah ketidakpernahanku menyentuh dunia kursus bahasa Inggris sejak dini, hiks…sungguh ini penting sekali sebenarnya.
Ada beberapa solusi mungkin yang dapat dilakukan, setidaknya buatku sendiri yang lebih banyak waktu di depan pc. Diantaranya adalah pembelajaran online yang disediakan beberapa situs, baik dalam dan luar negeri.

http://www.pendidikan.net/english/
Disini disediakan pembelajaran bahasa Inggris online dengan metode chatting baik dengan native atau tidak. Disediakan jadwal-jadwal khusus untuk saling ngobrol sambil melatih kemampuan berbahasa Inggris. Program ini selain tersedia bagi pelajar juga tersedia bagi guru-guru bahasa yang mencari pelajar dari luar negeri. Satu lagi fasilitas yang ditawarkan adalah latihan soal-soal mengenai grammar dan conversation.

http://pen-friends.net/
Situs ini hampir sama dengan situs diatas, tapi memiliki tak hanya pembelajaran bahasa Inggris, tapi juga German, Perancis, Portugis, Italia, Spanyol, Norwegia, dan Swedia. Fasilitas yang disediakan hampir sama dengan situs diatas, yaitu sebagai mediator bagi pelajar/guru yang ingin belajar menerapkan kemampuan berbahasa.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/
Situs ini baik sekali menjadi situs wajib sehari-hari, selain menawarkan informasi yang up to date, ia juga memberikan pembelajaran yang sangat berharga khususnya dalam hal bahasa Inggris. Disana ditawarkan berita-berita aktual dengan dua bahasa sekaligus, Indonesia dan Inggris. Ditambah penjelasan istilah-istilah yang mungkin susah untuk diartikan.

Mungkin masih sangat banyak situs-situs yang menyediakan layanan serupa mungkin juga lebih. Untuk mencari yang lain, jangan segan-segan bertanya ke om google :)
Well..jadi semangat lagi nih belajar English. Let’s try and enjoy it…

ReligiMarch 9, 2006 12:39 am

Hari ini, Kamis 9 Mar 2006, aku pulang pagi lagi dari lab. Seperti biasanya, kegiatan malam di lab. Kemarin ada musyawarah besar-besaran untuk membicarakan even besar-nya lab. Pagi ini, aku “blank”. Pikiranku kosong, atau bisa juga kepenuhan, atau udah jenuh, atau mungkin aku males mikir. Belakangan ini aku sering lepas kendali. Kuliah, panitia genia, lab, uang, wanita, semuanya koq jadi kepikiran? Seperti dikejar-kejar sesuatu. Deadline? ga juga, Target? apalagi, jadi bingung. Emang sih belakangan banyak amanah baru yang kuemban, tapi jelas itu bukan alasan. Kondisiku hari ini persis seperti beberapa bulan yang lalu. Kosong, hampa, nyaring, bingung, ga konsen, dan sering[selalu] berpikir pendek. Aku mau beda, the positive life. Aku kangen saat-saat dulu, semester satu dan dua. Hah? Prioritas katamu? Udah beberapa kali aku berusaha me-manage diriku, tapi nyatanya? null. Ga bertahan lama. What must i do?

Rabbanaa zholamnaa anfusanaa waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lana kuunannaa minal khoosiriin…

ReligiFebruary 3, 2006 4:26 pm

Beberapa teman pernah nanya baik lewat email atau secara langsung mengenai ketenangan jiwa. Mereka punya berbagai kesibukan untuk mencapai maksud hidup. Sering sekali mereka yang bertanya adalah orang-orang yang dari segi ekonomi dapat dikatakan lebih dari cukup. Lho…koq bisa? Bukankah mereka bisa melakukan apa aja dengan uang dan mereka punya teman-teman yang selalu dapat menghibur ? Jika mereka kesepian, maka temen-temen menjadi jawaban. Kesepian tak akan pernah ada. Hobby mereka terkadang menuntut waktu dan tenaga extra bahkan duit yang tak sedikit. Tapi mereka rela, demi ketenangan jiwa katanya. Jika mereka bosan dengan kehidupan atau rutinitas, maka belanja atau hanya sekedar jalan-jalan di pusat perbelanjaan akan segera menghapusnya. Itulah gambaran sebagian teman-teman. Dan dari semua keluhan itu, kesimpulan yang dapat diambil adalah mereka tak mengetahui apa tujuan hidup dan apa keperluan hidup. Mereka membalikkannya, maka hancurlah…

Religi 12:34 am

Keburukan yang diulang-ulang ahirnya menjadi kebaikan. Inilah yang terjadi[padaku]. Game, perlahan-lahan jadi hal wajib tiap hari. Waktu 4-6 jam nguap cuma-cuma. Ga berkah. Belajar acakadut, tidur ga tentu, makan sembarang, apalagi ibadah. Tapi alhamdulillah liburan kemaren sempet juga akhirnya i’tikaf [lagi] 10 hari di beberapa mesjid di Depok untuk islah diri sekaligus mengajak orang lain. Akhirnya iman kembali meningkat, udah 2 hari ini aku bisa tidur normal. Akhirnya bisa nahan juga, walaupun sedikit tersiksa. Semoga bisa istiqomah…

ReligiJanuary 18, 2006 2:44 am

Ujian akhir semester kali ini ga jauh beda dari sebelumnya. Kalo usaha ga maksimal ya begini, yang ada nyesel, ngedumel, dan mangkel. Buat kuliah koq susah minta ampun serius belajar? Tapi kalo belajar sesuatu yang ga[belum] ada hubungannya sama kuliah semangat banget. Aneh. Ga profesional sama sekali. Satu lagi yang udah ngabisin buanyak banget waktu, game! i can’t controll myself on it. Bayangin nih, sehari bisa maen 4-5 jam. Minimal! dan ga ada balance dengan belajar materi-materi kuliah, begadang/ga-tidur jadi rutinitas. Gila ga ? menurutku sih udah kebablasan. Pengennya nih hidup normal, tidur jam 10-11 malem, bangun tahajjud, do’a sampe nangis, trus tidur lagi sampe adzan subuh, mandi pagi-pagi, kuliah/belajar/baca/else sampe siang, tidur siang/relax/else sampe asar, main/else sampe maghrib, tilawah/ta’lim ampe isya, belajar extra sampe jam 10-11. Wuih…bisa ga ya ? Kenapa engga ? :p

UmumDecember 22, 2005 1:28 am

Masalah klasik yang ga pernah beres dari dulu ya ini. Waktu. Rasanya 24 jam kecepetan, padahal belum tentu efektif. Kalo mau jujur, setelah dihitung-hitung, porsi kegiatan yang ga jelas manfaat dan tujuannya jauh lebih banyak dari yang sebaliknya. Kenapa ya udah tau koq malah ga bisa menghindari ?
Tugas kuliah lagi hot-hotnya, panitia Genia2006 masih merangkak kerjanya, study group di lab lagi anget-angetnya, terakhir sering ada kuiz tiba-tiba dari dosen, dan UAS udah di depan mata.
Arrgh…